tugas 3 manajemen kelas di sd
A.
KONSEP
MANAJEMEN KELAS
Manajemen merupakan
terjemahan dari kata “Pengelolaan”. Karena terbawa oleh derasnya
arus penambahan kata
pungut kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah Inggris tersebut kemudian
di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. Arti dari
manajemen adalah pengelolaan,
penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan
sumber daya secara
efektif untuk mencapai tujuan
atau sasaran yang diinginkan.Maka,
dapat disimpulkan bahwa
pengelolaan atau manajemen adalah
penyelenggaraan atau
pengurusan agar sesuatu
yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan
efisien.kelas, yaitu sekelompok
siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama
dari guru yang sama pula. Sedangkan kelas menurut pengertian umum
dapat dibedakan atas
dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi
siswa.
Disamping itu,
Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yakni :
a. Kelas
dalam arti sempit:
ruangan yang dibatasi oleh
empat dinding, tempat sejumlah siswa
berkumpul untuk mengikuti proses
belajar mengajar. Kelas dalam
pengertian tradisional ini, mengandung sifat
statis karena sekedar menunjuk pengelompokan
siswa menurut tingkat perkembangannya, antara
lain berdasarkan pada batas
umur kronologis masing-masing.
b. Kelas
dalam arti luas:
suatu masyarakat kecil yang
merupakan bagian dari masyarakat sekolah,
yang sebagai satu kesatuan
diorganisir menjadi unit
kerja yang secara dinamis
menyelenggarakan kegiatan
belajar mengajar yang
kreatif untuk mencapai suatu
tujuan. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa kelas
diartikan sebagai ruangan belajar
atau rombongan
belajar, yang dibatasi oleh
empat dinding atau tempat
peserta didik belajar,
dan tingkatan (grade). Ia juga dapat dipandang sebagai kegiatan
belajar yang diberikan oleh guru
dalam suatu tempat,
ruangan, tingkat dan waktu tertentu.
Jadi,
manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa
didalam kelas yang
dilakukan untuk menciptakan dan
mempertahankan suasana/kondisi
kelas yang menunjang program pengajaran dengan jalan
menciptakan dan mempertahankan motivasi
siswa untuk selalu ikut
terlibat dan berperan
serta dalam proses pendidikan di
sekolah.
Tekait
dengan sekolah dasar, pada dasarnya siswa di sekolah dasar merupakan anak –
anak yang masih senang dengan dunia
bermain. Oleh karena itu, guru harus mampu mengelola kelas dengan baik dan
mampu menciptakan serta mempertahankan suasana belajar yang kondusif. Hal
tersebut bertujuan agar siswa tidak merasa bosan dan ngantuk dalam proses
pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
B.
Tujuan
Manajemen Kelas
Tujuan
manajemen kelas mengatur kegiatan-kegiatan peserta
didik agar kegiatan - kegiatan tersebut
menunjang proses pembelajaran di
lembaga pendidikan (sekolah); lebih
lanjut, proses pembelajaran
di lembaga tersebut (sekolah)
dapat berjalan lancar,
tertib dan teratur sehingga
dapat memberikan kontribusi bagi
pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.Adapun tujuan
dari manajemen kelas adalah sebagai berikut :
1. Agar pengajaran
dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2. Untuk memberi
kemudahan dalam usaha memantau kemajuan
siswa dalam pelajarannya. Dengan
manajemen kelas, guru mudah
untuk melihat dan
mengamati setiap kemajuan atau
perkembangan yang dicapai siswa,
terutama siswa yang tergolong lamban.
3. Untuk memberi
kemudahan dalam mengangkat
masalah-masalah penting untuk dibicarakan
dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Jadi, Manajemen
kelas dimaksudkan untuk
menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik,
yang memungkinkan siswa
berbuat sesuai dengan kemampuannya.
Kemudian, dengan manajemen kelas
produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Sedangkan tujuan manajemen kelas
secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa
dan guru.
a. Tujuan
Untuk Siswa
1. Mendorong siswa
untuk mengembangkan
tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan
kebutuhan untuk mengontrol diri
sendiri.
2. Membantu siswa
untuk mengetahui tingkah laku
yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru
merupakan suatu peringatan
dan bukan kemarahan.
3. Membangkitkan rasa
tanggung jawab untuk melibatkan
diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.
Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari
manajemen kelas adalah
agar setiap anak dikelas
dapat bekerja dengan
tertib, sehingga segera tercapai
tujuan pengajaran secara efektif
dan efisien.
b. Tujuan
Untuk Guru
1. Untuk mengembangkan
pemahaman dalam penyajian pelajaran
dengan pembukaan yang lancar
dan kecepatan yang tepat.
2. Untuk dapat
menyadari akan kebutuhan siswa dan
memiliki kemampuan dalam memberi
petunjuk secara jelas
kepada siswa.
3. Untuk mempelajari
bagaimana merespon secara efektif
terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu.
4. Untuk memiliki
strategi ramedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan
dalam hubungan dengan
masalah tingkah laku siswa yang
muncul didalam kelas.
Tugas
guru seperti mengontrol,
mengatur atau mendisiplinkan peserta didik
adalah tindakan yang
kurang tepat lagi
untuk saat ini.
Sekarang aktivitas guru yang
terpenting adalah memanaj,
mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta
didik menuju tujuan pembelajaran.
Maka
dapat disimpulkan bahwa
agar setiap guru mampu
menguasai kelas dengan menggunakan berbagai
macam pendekatan dengan
menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga
tercipta suasana yang
kondusif, efektif dan efisien.
C.
PROSES
MANAJEMEN KELAS
Adapun
prosesmanajemen kelas ini
dapat dilakukan secara pencegahan (Preventif)
maupun penyembuhan (Kuratif). Perbedaan
kedua jenis pengelolaan kelas tersebut,
akan berpengaruh terhadap perbedaan langkah-langkah yang
perlu dilakukan oleh seorang
guru dalam menerapkan kedua
jenis manajemen kelas tersebut. Dikatakan
secara preventif apabila upaya
yang dilakukan atas
dasar inisiatif guru untuk mengatur siswa, peralatan (fasilitas) atau format belajar
mengajar yang tepat
dan dapat mendukung berlangsungnya proses
belajar mengajar. Sedangkan yang
dimaksud dengan manajemen kelas
secara kuratif adalah langkah - langkah
tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku
menyimpang yang dapat mengganggu kondisi-kondisi optimal
dan proses belajar mengajar
yang sedang berlangsung.
1. Proses
Manajemen Kelas yang Bersifat Preventif Meliputi :
a. Peningkatan Kesadaran
Pendidik Sebagai Guru
Suatu langkah
yang mendasar dalam strategi manajemen
kelas yang bersifat preventif adalah
meningkatkan kesadaran diri pendidik
sebagai guru. Dalam
kedudukannya sebagai guru, seorang
pendidik harus menyadari bahwa
dirinya memiliki tugas
dan fungsi yaitu sebagai
fasilitator bagi siswanya yang sedang belajar,serta
bertanggung-jawab terhadap proses pendidikan.
b. Peningkatan Kesadaran Siswa
Kesadaran akan
kewajibannya dalam proses pendidikan
ini baru akan
diperoleh secara menyeluruh dan seimbang jika siswa itu menyadari akan
kebutuhannya dalam proses pendidikan. Dalam
hal proses pembelajaran, siswa harus
menyadari bahwa belajar
adalah dengan tujuan tertentu.
c. Penampilan
Sikap Tulus Guru
Guru mempunyai
peranan yang besar dalam
menciptakan kondisi belajar
yang optimal. Guru perlu
bersikap dan bertindak secara wajar,
tulus dan tidak
pura-pura terhadap siswa. Penampilan
sikap guru diwujudkan dalam
interaksinya dengan siswa yang disajikan dengan sikap tulus dan
hangat.
d. Pengenalan
Terhadap Tingkah Laku Siswa
Tingkah
laku siswa yang harus dikenal adalah
tingkah laku baik
yang mendukung maupun yang
dapat mencemarkan suasana yang
diperlukan untuk terjadinya
proses pendidikan. Tingkah laku tersebut bisa bersifat perseorangan maupun
kelompok.
2. Proses
Manajemen Kelas yang Bersifat Kuratif meliputi:
a. Identiffikasi
masalah
Pertama-tama guru
melakukan identifikasi
masalah dengan jalan
berusaha memahami dan menyelidiki
penyimpangan tingkah laku siswa
yang dapat mengganggu kelancaran proses
pendidikan didalam kelas, dalam arti apakah termasuk tingkah
laku yang berdampak negatif secara
luas atau tidak, ataukah hanya
sekedar masalah perseorangan atau kelompok,
ataukah bersifat sesaat saja ataukah
sering dilakukan maupun
hanya sekedar kebiasaan siswa.
b. Analisis
Masalah
Dengan hasil
penyidikan yang mendalam, seorang
guru dapat melanjutkan langkah ini yaitu dengan berusaha
mengetahui latar belakang serta
sebab timbulnya tingkah laku siswa yang menyimpang tersebut.
c. Penetapan
Alternatif Pemecahan
Untuk dapat
memperoleh
alternatifalternatif
pemecahan tersebut, hendaknya mengetahui berbagai
pendekatan yang dapat digunakan dalam
Manajemen Kelas dan
juga memahami cara-cara untuk
mengatasi setiap masalah sesuai
dengan pendekatan masing - masing.
D.
Strategi
Manajemen Kelas
Strategi Pembelajaran adalah rangkaian
kegiatan dalam proses pembelajaran yang
terkait dengan pengelolaan
siswa di kelas,
pengelolaan guru, pengelolaan kegiatan pembelajaran,
pengelolaan lingkungan belajar,
pengelolaan sumber belajar dan
penilaian (asesmen) agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Strategi
Pengelolaan Kelas dalam
pembelajaran harus meningkatkan kemampuan belajar siswa antara
lain
a. Menciptakan
suasana atau kondisi kelas yang optimal
Seorang guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi
interaksi pendidikan dengan
jalan menciptakan kondisi
baru yang menguntungkan proses belajar mengajar sehingga siswa bersemangat
dalam belajarnya. Keterampilan yang harus dimiliki guru yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar adalah sikap tanggap, membagi
perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok.
b. Berusaha
menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang.
Seorang guru
melakukakn identifikasi masalah
dengan jalan berusaha memahami dan
menyelidiki penyimpangan tingkah
laku siswa yang mengganggu kelancaran
proses belajar mengajar
di kelas. Sekolah
itu guru memberikan teguran dan
bimbingan serta pengarahan-pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang
mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
c. Menciptakan
Disiplin Kerja
Pembinaan
disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin kelas atau
pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat
tata tertib kelas.
d. Menciptakan
Keharmonisan antara guru dengan siswa
Keharmonisan hubungan
guru dengan siswa
mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama dalam
meningkatkan efektifitas belajar mengajar.
DAFTAR RUJUKAN
Sutikno, Sobry. 2008. Manajemen Pendidikan Langkah Praktis
Mewujudkan Lembaga Pendidikan Yang Unggul. Jakarta : Pt. Bumi Aksara
Mudasir.
2011. Manajemen Kelas. Yogyakarta :
Zanafa Publishing
Poud Dan Dirjen Dikdasmen Yang
Dikutip Rackman 1998 / 1999. Hal 15 /Rulam Ahmadi, Profesi Keguruan, 2018. Hal
1717 Yogyakarta Ar Ruzz Media
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusBagus sekali,sangat membantu sekali
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat👍
BalasHapusSemoga ada materi yang baru buk pres
BalasHapusRancak bana kak
BalasHapusSangat membantu sekali materinya kak...
BalasHapusBermanfaat sekali kakak👍
BalasHapusBaguuss sekalii, sangatt bermanfaat bukdee👍👍
BalasHapusTerimakasih kak, atas postingan sangan bermanfaat🙏🏻
BalasHapusmembantu dan bermanfaat sekali kak
BalasHapusPostingannya sngat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus dan bermanfaat. Terimakasih
BalasHapusBagus ya materinya. Sangat membantu😊
BalasHapusMakasih kak, materinya bagus
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusManagement kelas, sangat perlu dipahami oleh guru-guru muda, supaya peningkatan dalam pelajaran bagi siswa baik..
BalasHapusTerimakasih
Bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih postingannya kak, sangat bermanfaat👍
BalasHapusmaterinya sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapus